Strategi dan Cara Budidaya Jamur Tiram Sukses

Selamat datang di website SEOJoss.com disini admin akan share kepada saudara yang mengunjungi blog tercinta saya ini. Mungkin anda sedang mencari Cara Budidaya Jamur Tiram untuk orang pemula. Cara ini sangat cocok sekali buat anda yang seorang baru terjun di bidang agribisnis.

Jamur Tiram ini sendiri bisa tumbuh & berkembang pada tempat yang terbentu serbuk kayu aja dan anda bisa kemas tempat tersebut menggunakan kantong plastik. Pada masa perkembangan # Pada Jamur Tiram tersebut akan di pengerahui sekali pada kondisi lingkungan sekitar tempat dimana di kembang biakan. Maka sebab dari itu agan perlu tahu kondisi yang pas dan bagus dalam masa proses pertumbuhan jamur tiram ini.

Awal mulanya Jamur ini#tiram tumbuh di hutan yang dimana tumbuhan ini berkembang di bawah pohon berdaun lebar seperti dibawah pohon sawit dan identiknya di bawah tanaman kayu. Tumbuhan ini tidak perlu banyak serapan cahaya matahari.

Pada penelitian oleh pakar Agribisnis tumbuhan ini di tempatkan pada lokasi yang redup. Dari hasil riset tersebut Miselium dapat tumbuh pada sel-sel bagian kayu yang melakukan penetrasi di dinding tersebut dengan cara melubanginya.

Pada penetrasi bagian dinding kayu itu di bantu oleh enzim pemecah selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Yang dimana jamur tersebut menghasilkan ujung benang miselium. Enzim ini bisa mencerna senyawa kayu dan memanfaatkan sumber zat makanannya.

Syarat yang Harus Anda Lakukan Untuk Budidaya Jamur Tiram

PERHATIKAN FAKTOR IKLIM

1. Faktor Temperature

Serta pada miselium jamur tiram ini tumbuh dengan bagus pada rata-rata suhu 23-25 °C, artinya lebih dari pada kisaran tersebut mka kami tidak menganjurkannya. Walaupun tempratur di tempat anda dibawah 23 °C jamur masih bisa tumbuh namun memerlukan waktu yang cukup lama. Perlu anda ketahui bahwa pertumbuhan cangkang tiram ini memerlukan suhu antara 13-15 °C yang di hitung hingga 2-3 hari.

Bila nilai temperature rendah tersebut tidak didapatkan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pertumbuhan tumbuh buah jamur tidak akan terbentuk, yang berarti pemeliharaan tidak berhasil, atau walaupun terbentuk maka waktu yang diperlukan akan lama.

Jika temperatur sangat rendah maka akan menyebabkan 2 faktor yang tidak di inginkan antara lain 1. Pertumbuhan pada buah jamur tidak akan terbentuk dengan baik, yang artinya tidak berhasil. 2. Pertumbuhan berhasil bisa di kata berhasil namun memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, hasil dari pengamatan oleh para peneliti pertumbuhan Jamur Tiram dapat tumbuh pada kisaran suhu 12-37,8 °C

2. Faktor Kelembapan

Pada air yang di dalam kandungan subtract sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangbiakannya. Bila anda memberi terlalu sedikit air maka akan menyebabkan perkembangan terganggu, atau bisa juga terhenti. Namun, apabila anda memberikan asupan air yang berlebihan maka sel miselium akan mati dan busuk. Bila ingin terbentuk dengan baik maka rekomendasi penulis adalah yang harus melakukan penyiraman yang secukupnya.

Fakor perkembangan jamur yang baik adalah di tempat yang lembab, namun istilah lembab pada hal ini harus secukupnya dan tidak ada yang namanya genangan air, sehingga sel Miselium pada Jamur Tiram tumbuh secara bagus dan optimal. Pada pembahasan kali ini kandungan air sekitar 58%, sedangkan pada pertumbuhan Tunas dan buahnya harus memiliki kelembapan udara sekitar 70-85%.

3. Faktor Cahaya

Faktor cahaya kali ini sangat mempengarhui pada aktivitas pertumbuhan Jamur Tiram untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal kita harus memiliki sifat pada cahaya yang gelap. Sebaliknya pada jamur tidak dapat tumbuh pada tempat yang gelap. Cahaya juga di perlukan untuk membuat pertumbuhan pada tubuh buah. Tubuh pada tumbuhan ini bila terjadi kecil maka akan menjadi tumbuh Abnormal bila pada saatnya pertumbuhan primordial kita tidak perlu melakukan penyiraman.

Cahaya yang langsung menembus pada tumbuhan Jamur Tiram ini akan merusaknya dan menyebabkan layu, dan tundung yang berbentuk lingkaran akan menjadi kecil. Pada tahap pertumbuhan jamur hanya memerlukan cahaya yang bersifat menyebar. Oleh karena itu rekomendasi oleh penulis adalah anda harus membuat pohon sebagai tempat berteduh Jamur Tiram.

4. Faktor Udara

Terbatasnya pasokan oksigen udara disekitar tempat tumbuhnya jamur akan dapat mengganggu pertumbuhan buah. Jika sirkulasi udara yang lancar dan bagus akan memberikan jaminan pasokan oksigen yang bagus dan tumbuhan jamur buahnya akan bagus. Pada jamur tiram putih ialah tumbuhan tanaman saprofit fakultatif aerobic yang dimana tumbuhan tersebut membutuhkan oksigen sebagai senyawa dalam perkembangbiakan tumbuhan ini.

Bila tubuh buah jamur memiliki kekurangan oksigen maka akan menyebabkan kelayuan dan mati, oleh karena itu kita harus memberikan sirkulasi udara dengan memasang ventilasi agar pertukaran udara dapat berjalan dengan baik.

Perkembangan miselium jamur memerlukan kandungan Karbon Dioksida yang tinggi yang itu mencapai 15%-20%. Namun, jika jamur tiram tumbuh pada tempat yang memiliki kandungan Kabron Dioksida yang sangat tinggi akan memberikan tubuh buah yang abnormal. Pada dasarnya Tudung Jamur Tiram relatif kecil di banding tangkainya.

5. Faktor Derajat Keasaman (pH)

Pada pH yang sedikit asam akan membuat Miselium jamur tiram putih akan bertumbuh dengan optimal. Nilai pH yang terkandung antara 5,0-6,5.

Situasi kondisi pertumbuhan miselium jamur tiram bila terganggu akan menyebabkan terkontaminasi oleh jamur lain, sehingga membawakan hasil kematian pada jamur tiram putih yang lainnya. Kondisi keasaman pH yang terlalu tinggi atau bisa kita sebut basah bisa membuat sistem yang dimana metabolismenya dari jamur putih itu sendiri tidak efektif yang membuahkan hasil kematian. Tubuh buah jamur tiram yang bagus harus pada pH lingkungan yang mendekati pH 6,8-7,0.

MEDIA TANAM

Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam di dalam lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modrn, media tumbuh yang digunakan berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P, dan air.

1. Nutrisi

Pertumbuhan yang optimal dapat dicapai bila lingkungannya sesuai serta tersedia nutrisiyang cukup. Protoplas sel memerlukan nitrogen, fosfor, dan nutrisi lai. Karbon selain diperlukan untuk pembentukan protoplasma, juga diperlukan sebagai sumber energy. Sehingga karbon lebih banyak dibutuhkan disbanding dengan nitrogen.
Nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin diperlukan untuk pembentukan dinding sel jamur.

2. Kehadiran Mikroorganisme lain

Media tempat tumbuh merupakan sumber energy utama bagi jamur tiram. Kehadiran mikroorganisme lain dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi, sehingga jamur yang diharapkan tidak dapat tumbuh dengan optimal.
Bahkan, sebagian dari competitor tersebut dapat mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin terhadap organism disekitarnya.
Sterilisasi media merupakan cara yang efektif untuk membebaskan media tanam dari kehadiran jasad asing di dalam media tanam yang tidak diharapkan.

KETINGGIAN TEMPAT

Kondisi di atas lebih mudah dicapai didaerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur didataran rendah tidak mustahil, asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan jamur.

PEMBIBITAN

Bibit yang dapat digunakan adalah F3. Bibit ini dapat dibuat atau diperoleh dari petani jamur yang s udah bisa membuat bibit bibit jamur. Untuk membuat bibit sendiri, diperlukan alat dan bahan yang steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit biasa menggunakan laminar flow atau transfer box.

ALAT DAN BAHAN

Untuk membudidayakan jamur tiram, diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :

• Kompor minyak tanah
• Drum berdiameter 80 cm, tinggi 96 cm
• Rak, dengan luas 3m²
• pH meter
• Thermometer
• Sprayer / penyemprot, dengan pipa paralon 2 inci sebanyak 300 buah
• Cincin
• Lampu spirtus, dengan volume 30 liter
• Baskom plastic
• Sekpo
• Serbuk kayu albasia sebanyak 10,5 kg
• Dedak halus sebanyak 21 kg
• Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
• TSP murni 1 kg
• Kapur 3 buah
• Bibit jamur F3 sebanyak 3 buah
• Alcohol 95% sebanyak 1 liter
• Kantung plastic transparan (20x35x0,5) cm sebanyak 300 buah
• Kertas roti 10 x 10 sebanyak 300 buah
• Karet gelang tahan panas 600 buah
• Air sumur 30 liter

PEMBUATAN JAMUR TIRAM

Adapun proses pembuatan jamur tiram adalah sebagai berikut

1. Serbuk gergaji dipilih dan dibersihkan. Bagian yang besar dan tajam dibuang karena dapat merusak plastic substrat.

2. Bahan yang sudah ada dicampur sesuai komposisi takaran dalam jolang / baskom plastic. Aduk sampai merata, jangan sampai ada gumpalan-gumpalan. Adapun bahan yang dicampurkan untuk menghasilkan 100 log adalah sebagai berikut :
• Serbuk gergaji atau ampas tebu halus 10,5 kg
• Tepung jagung 0,6 kg
• Dedak halus 21 kg
• TSP 1 kg
• Kapur 3 buah
Beri air secukupnya, dengan kandungan air 60% dan pHmedia diukur.

3. Campuran bahan dimasukan ke dalam plastic transparan dengan ukuran 20 x 35 cm dan tebal 0,5. Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Media yang bagus adalah kepadatannya merata. Jangan lupa, ujung plastic bagian bawah ditusuk jari telunjuk supaya masak. Hal ini dilakukan agar bahan yang dimasukkan dan dipadatkan bisa duduk posisinya (tidak miring). Pengisian dilakukan tidak terlalu penuh, tapi disisakan 15 cm untuk memudahkan dalam mengikat.

4. Tiap log ditimbang beratnya, yaitu sebanyak 1,2 kg.

5. Sisa ujung plastic ke dalam cincin dilipat keluar, lalu diikat mulut plastic tersebut dengan karet tahan panas.

6. Tutup mulut log tersebut dengan kapaskemudian tutup lagi dengan kertas, lalu diikat lagi dengan karet.

7. Dilakukan pengukusan terhadap log media selama 12 jam.

8. Lamanya pengukusan dihitung setelah air di dalam drum mendidih.

9. Setelah selesai pengukusan, media di angkat dari drum. Lalu, biarkan selama 8 jam atau sampai dingin pada ruangan yang tertutup. Untuk selanjutnya, dilakukan penanaman bibit.

10. Setelah media dingin, baru dilakukan penanaman bibit, caranya:
Penanaman bibit dilakuan di ruangan tertutup, Semprot isi ruangan dengan alcohol 95%, Gunakan sarung sarung tangan dan semprot dengan alcohol 95%.

Untuk memudahkan penanaman bibit, media yang akan diinokulasi disimpan di depan dekat tangan kiri. Bibit yang akan ditanamkan disimpan di depan dekat tangan kanan. Antara media yang akan ditanami dan bibit, disimpan lampu spirtus.

Buka karet, kertas penutup, serta kapas penutup media. Masukkan 3 sendok makan bibit untuk satu log media.
Setiap gerakan sendok yang dipakai, dipanaskan dengan api dari lampu spirtus. Media yang sudah ditanami bibit tersebut ditutup kembali dengan kapas. Penanaman bibit dikerjakan dengan cepat, tetapi harus teliti.

11. Media yang sudah ditanami bibit disimpan di atas rak.

12. Biarkan sampai seluruh media diisi miselium jamur.

13. Miselium tumbuh memenuhi log media. Setelah seluruh log media ditumbuhi miselium, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log tersebut dibuka.

14. Kelembapan lingkungan dipertahankan dengan menyemprot menggunakan sprayer.

15. Tubuh buah yang sudah cukup mekar dapat dipanen.

PENYIMPANAN LOG
budidaya, jamur, tiram, putih

Jika kita akan menyimpan log di dalam bangunan, masa tanam jamur tiram tidak tidak diatur oleh kondisi iklim dan dapat dilakukan setiap saat. Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah.
Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur tiram skala besar atau di dalam bangunan semi permanen.

Tempat pemeliharaan jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m² yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m². jarak antara petak 40-60 cm. di dalam setiap petakan dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu.
Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari log tidak tumpang tindih dengan tubuh buah yang lain.

PANEN

• Ciri dan Umur Panen
Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muuda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal saat 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah.

• Cara Panen
Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat mengalami kebusukan. Potong jamur dengan pisau yang bersih dan tajam, kemudian simpan di wadah plastic dengan tumpukan setinggi 15 cm.

• Periode Panen
Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali, tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur

Baca Juga Artikel Lainnya :

Advertisement
Strategi dan Cara Budidaya Jamur Tiram Sukses | amosganteng | 4.5
error: Content is protected !!